Showing posts with label (sok) kontemplasi. Show all posts
Showing posts with label (sok) kontemplasi. Show all posts

September 03, 2016

Being a Gay is a Choice... IS IT? (part deux)



Udah sejak kapan bulan ingin nulis lagi tentang banyak hal... tapi selalu mentok di pikiran, seperti biasa... tiap mau mulai ngetik, ada aja alasan... SEPERTI BIASA...

Ya ujug-ujug males lah...
Atau distracted sama situs lain lah...
Atau malah *yang paling sering*... nontonin  youtube sampe ketiduran...

Kalo dipikir-pikir... udah umur segini, harusnya hidup saya udah terarah, jalan yang saya pilih, "harusnya" udah kelihatan bakal dibawa ke mana...
Seandainya saja saya seorang straight...
Tapi ya itu tadi... mentok di kata "seandainya"...

Beberapa waktu lalu, seperti yang sudah saya tulis di postingan sebelumnya... sempat heboh tentang "Being gay is a choice"... dan orang yang "memilih" untuk jadi gay... itu sebenernya sedang sakit... dan harus disembuhin...

Simple ya...

Simple ubun-ubun lu empuk...!

Just as I said before, I suspected everyone who said that... of being gay is a choice... are those who are ignorant and perhaps simply don't wanna be bothered trying to get acknowledged of the topic...

So,... here's the letter I wrote for you...

Anggap aja as a reply for a letter that had been written by a great writer, one of "quite" celeb-twit who I'm "secretly" having crush on ... well... it's not a secret anymore... although I know, that it's only on my own...hayah...

"Buat teman-teman... my straight fellows... iya, kamu...

Sebelum saya menulis banyak-banyak... saya mohon maaf kalo apa yang bakal saya tulis, mungkin sedikit menyinggung perasaan...
Mungkin dari awal, perlu saya minta, sedikit bersabarlah untuk membacanya...
Kalo bisa sih... sedikit membuka pikiran... karena, if you only wanna read what you wanna read... it will be wasting of time... I guess..

Yang saya tulis di sini, sekali lagi... apa yang saya rasa dan pikirkan, mungkin ada beberapa yang juga merasakan hal yang sama... atau sama sekali berbeda...

Sejak kali pertama saya merasa "tertarik" dengan orang lain...
I knew that it was not as "usual" as what others felt...

Kalo kamu ga percaya, sekali lagi saya bilang...
I've never chosen to be a gay... for me, it has never been a choice...

I know,... it's easier (like... A LOT EASIER) for you to just disbelieving about what I said..
And I know, it seems like you have every reason to just think that I am just having some kind of a "disease"... therefore should look for a "cure"...

Once, I also thought... that, it was not normal to be a gay...

But what is normal?
Just because I'm different,... so does it mean that I'm not normal?

I quote what Mr. Piring had written in his blog with excellent samples...
"Privilege is invisible to those who have it"
Do you even know how it feels to be a gay?

Here... let me tell you how does it feel to be like I am... a gay...

Do you even know about the confusion that I felt... when most of my friends when I was in Junior-Senior High talking about the new hot girl next class... or, how depressing it was to hold the urge to have that "cinta-monyet" and those experiences in having a special relationship with someone other you called "pacar"...
Do you even consider, that it was frightening to realize that what I felt was not common... that it might cause mockery and bullying... so I just had to keep it as my deepest secret...
Do you even think... that it was hurt to hide everything I felt beneath, because it might cause me lost everything I care about... if everybody knew...
or...
Do you even care... that it was so breaking my heart sometimes, when it seemed like that I felt was no point of me keep going on living this life...

As we know, if you even cared, beberapa bulan yang lalu, ada kejadian penembakan di klub malam di Orlando, USA... katanya sih korbannya 50 orang, kalo ga salah, it was the public shooting evidence with most casualties in US history, ever... and most of the victim were gays... secara memang ya...

Whatever the reason, which I heard, the shooter was a "gay in denial" himself... It was CRAZY!!!
Yang bikin sedih...
Some of you still commented that it was the right thing to do... and you used GOD's name on it...


I wanna ask... "What had they (the victims) done to deserve this?"
I wonder why this kind of hatred are still so common to be found in this "religious" country? which ironically was well known for its hospitality... so sad....

Sebenernya, ONE BIG QUESTION that always have been hanging in my mind for so long, and still being unanswered...How does my (or any other) sexuality even affect you... like in any way???

I know that it is a lot easier just to believe that being gay is a choice...
But, as so many gays actually asking... "Did you even choose to be a straight?"

People are literally dying... murdered or legally punished by death sentence... just for being a gay...
I still don't understand that some people still think that..."being gay is a choice..."
Why on earth... should we choose to be a gay... ???



Bila menurutmu saya terlalu bodoh... mungkin kamu perlu tahu, kurang pinter gimana sih Alan Turing itu... 
It broke my heart, when I knew that he finally committed suicide (and for being punished to have chemical castration before), just because he was a gay... padahal jasa dia segitu besarnya... saya kira, ga perlu hitung-hitungan buat buktiin seberapa besar jasa dibanding "kerugian" karena ke-gay-an nya.
Or, maybe someone can tell me? How bad the impact of his gayness to the world history... Yang ada, mungkin malah gimana homophobic behaviour ruins one hero's life totally...

And you still believe, that it was a choice to be a gay???
I really can't understand how your mind's working...
Or simply, you think it doesn't need to be thought of... which is A LOT EASIER...
I hope I was wrong...

I learned that, people tend to be afraid of things that they don't understand...
Seorang dengan pengaruh... anggota dewan yang katanya sedang melindungi generasi muda dari pengaruh "antek-antek" dan budaya asing... bilang, harus berhati-hati dengan yang namanya "Gay Agenda"...
In their mind,... Gay Agenda is... gerakan masif yang terorganisir dari sekelompok orang untuk merekrut sebanyak mungkin orang... dan mengupayakan dengan berbagai macam bujuk rayu dan tipu muslihat, untuk menjadikan mereka gay...
Atau, seorang dengan latar belakang militer bilang... "Kaum Gay itu, sedang bergerak untuk mengupayakan genosida"... or something like that...
Yang paling umum sih... ada yang bilang..."Coba dibayangkan, kalau gay itu dibiarkan, dan semua orang jadi gay... bisa-bisa gak ada lagi orang yang bereproduksi, dan akhirnya umat manusia menghilang dari muka bumi..."

*I roll my eyes sejuta kali - sama akang kasep Marlon Brando* ... ulah serius teuing atuh...

Dude... seriously...
Pernah baca twit dari siapa gitu... *maaf bila saya meminjam* ...
"Bigotry is like imagining the worst thing happened... and blame others for it"
Singkat kata... it only happened in your mind...

In my opinion, seniat-niatnya saya (misalnya)... ngubah orientasi seorang straight... jadi gay... it will be a very hard to do ... if not impossible...
Hanya orang yang ngerasa insecure about their sexuality, yang takut kalo preferensi seksual seseorang itu bisa diubah ... IYKWIM...
Terus, yakali... kalo dunia lebih friendly sama gay, terus semua orang "memilih" jadi gay... ga perlu sekolah tinggi-tinggi untuk tahu kalo logika lebay gitu itu ga masuk akal... like, SERIOUSLY!!!

GOSH...
It's so depressing...

Terus gimana dengan dosa? 
Emang ga takut kalo dilaknat Tuhan... ga takut sama apa yang terjadi sama kaum Luth...
Some of you... maybe think that I might not pray hard enough...

About my "sin"... 
I think it's my responsibility with the GOD that I believe in...
Do you even know what I've been through, because all of this...?
Do you even imagine, how many times I asked GOD for the "test" (*or anything you might call*) that GOD gave me...
And IF... GOD destroy this world just because of gay... why would you be so worried about? 

Won't you all "saints" go to heaven directly?
Oh... what? You're not so sure... and you might have sins too???
But still... you're so concern about mine????
DUDE... SERIOUSLY!!!!

I believe there is an higher power beyond human... I called it GOD...
Sebenernya, how does my "sin" become any of your concern? 
For something that doesn't even affect you... in any way...

Some people "go" to GOD for their problem... with so many ways...
What if the problem is lying within you?
If you ever wonder,... 
FYI, that I really know what "Hanya pada-Mu kami menyembah, dan hanya pada-Mu kami memohon pertolongan" means...

And some people still don't understand about the differences between "sexual orientation" and "sexual behaviour". 
I wont defend any gay who committed in criminal act... they should be punished under law, simply for what they did, not because they are gay...

Generalisasi gay tukang perkosa anak, terus pembunuh kekasih rahasia, atau apalah-apalah ...
For me, it's kinda unfair...
Kalo pernah lihat atau baca berita yang merkosa terus mbunuh pake gagang pacul itu siapa...
Yang merkosa cewek 14 tahun beramai-ramai itu gimana?
Yang merkosa dokter cewek lagi tidur di Papua itu apa kabarnya???

Please, BACA... terutama buat kamu-kamu yang "bangga" bener pake nama agama untuk menghakimi orang... BACA!!! Go educate yourself... 

Maaf bila sedikit emosi...
Mungkin apa yang saya tulis di sini juga ga bakal memberi dampak yang besar... siapalah saya...

Sebenernya, mungkin kamu bertanya...
Apa sih yang saya inginkan...?
Mungkin kamu pikir, yang ada di pikiran saya, cuma hal-hal yang berkaitan dengan pemuas syahwat semata... ya?

Kalo kamu udah pernah nonton "Brokeback Mountain"... coba lebih dimengerti...
Buka pikiran dan hati kamu... jangan cuma nge-highlight "adegan di tenda" dan beberapa adegan ciuman yang cuma seuprit itu... terus ngomel-ngomel dan nyumpahin orang, just simply because you don't understand...


Some of us... 
Just like you..
Hanya ingin hidup seperti biasa...
Belajar di sekolah... 
Bekerja, mencari nafkah. 
Berbakti pada orang tua... kalau bisa, berguna bagi sesama... 
Just like a decent human being...
Tanpa takut dan "menyimpan rahasia"... dan merasa terancam bila semua terbuka...

Buat saya... menemukan orang yang bisa berbagi hidup, menghabiskan sisa umur saya bersama... mungkin hanya "mimpi"...
But still, it's my dream...


Kalau kamu belom bisa menerima saya...
The least thing I ask is... please don't be mean...

Kalau boleh, let live side-by-side... build a better world... be kind to each other...

I have a dream...
Someday, when I could say that I'm gay... and you would say "It's okay"...

Semoga kamu bisa mengerti,...
Mbah Sudjiwo tedjo dalam twitnya pernah bilang... yang namanya orientasi seksual itu sangat dekat dengan karma...

Mungkin sekarang kamu begitu benci sampe ke dalam inti-hati kamu sama yang namanya gay...
But it's not impossible, *I'M NOT THREATING* someday... mungkin seorang yang dekat dengan hatimu (anakmu, cucumu, atau siapapun yang memiliki tempat istimewa di benak dan hatimu...) terbuka dan berkata padamu mengatakan dirinya seorang gay... or worst case scenario... they just decide to end their life (trust me, it happened many times), simply just because they are too affraid to tell you about the "truth"... naudzubillah!
By then... maybe you will "try" to understand...


Sekali lagi, if you only want to hear what you wanna hear... 
Discussion is just a waste of time...
Sometimes, in many of my solitude nights...
I only wanna sing...

"It's my world that I want to have a little pride in...
My world, and it's not a place I have to hide in...
Life's not worth a damn... 'Till you can say... Hey world I am what I am"...





PS: Too long posting? Actually, I believe there are still so much I wanna type out... tapi keburu tunduh ah... 

February 25, 2016

Being a gay is a Choice... IS IT?

S udah lama rasanya sejak terakhir saya posting di blog ini... seperti mati suri...
Banyak kejadian yang sebenernya ingin saya tulis, tapi... selalu mentok dengan jadwal... atau udah keburu cape... meski sebagian besar, mungkin karena sebagian besar yang ingin saya tulis, tiba-tiba menguap gitu aja waktu udah mau mulai ngetik.

Sudah 4 tahun lebih, sejak pertama kali saya tinggal di kota ini, mudah-mudahan gak lama lagi bisa menyelesaikan proses pendidikan ini, meski masih banyak “hutang” yang harus saya kerjakan sebelum bisa tamat dan menyandang tambahan gelar... #gapentingya

Pada satu titik, saya harus menuliskan apa yang beberapa hari ini mengisi benak saya... sedih...
Kayanya dulu pernah nulis tentang bahasan ini, tapi ingin saya tulis lagi.
Sebagai catatan, semua yang saya tulis, berdasar apa yang saya alami, pikir, dan rasakan...

As we know, few weeks lately,... lagi heboh orang-orang ngomongin tentang LGBT... apa-apa disangkutin dengan LGBT, dan ternyata, hari gini masih banyak orang menganggap setiap LGBT dengan stereotipikal yang negatif.

Bebebrapa minggu yang lalu, seorang kerabat saya, seorang dengan jabatan di sebuah perusahaan besar, bisa dibilang, dalam keluarga besar, everyone was looking up on him... dengan latar pendidikan yang mengagumkan, dan sempat melanjutkan pendidikan di luar negeri.
Singkat kata, I thouht his point of view, much less would be a bit expanded, regarded to nowadays culture (especially in western countries) which was a bit more friendly about LGBT.

Instead,... as one of the most frequent relative who updated his facebook’s posting, he said

“I will kill you, if you touch me one more time...”, caused by someone (gay?) touched him in front of his wife...
I didn’t know how “awfull” was the touch... was it so “teasing and embarassing”-kind of touch that might insult his pride?... so he thought that  they deserved to be murdered?
Satu lagi postingan-nya bilang... 
“ LGBT is a sickness... just accept that it is a disease, and get some help to be cured. It was just as simple as that!”

Atau, kultwit dari seorang anggota dewan yang dengan nama agama menjelaskan apa yang dia kira sedang terjadi di Indonesia, bahwa “kaum LGBT” sedang mengadakan suatu propaganda untuk melakukan kegiatan “penyebaran virus” LGBT dengan segala skenario yang menyudutkan... yang bahkan membuat seolah-olah “kaum normal (straight)” adalah korban yang sedang dibatasi haknya untuk berekspresi menyatakan ketidaksetujuan dari “Gay Agenda” dalam menyebarkan “penyakit”-nya.
Garis besarnya sih, in my opinion, mereka hanya “melindungi” generasi muda dan anak-anak untuk “tertular” dari pilihan gaya hidup yang salah (yang sedang gencar dikampanyekan oleh kaum LGBT).

Juga, beberapa hari yang lalu, dari acara “diskusi” di sebuah tv nasional yang menghadirkan beberapa narasumber, yang sayangnya hanya menghadirkan para “pakar” yang memiliki satu visi. (gak nonton sih, udah ketebak acaranya kaya gimana)
Mungkin sempat menjadi satu postingan di facebook yang menyebar dari satu orang ke yang lainnya... dengan kata “skak-mat” bahwa menurut text book... it was clearly said that homosexuality IS a disease... meskipun saya ga lihat acara-nya... sedikit banyak saya tergelitik untuk meng-cross check... eh, ternyata memang text book-nya ga dibaca dengan bener.
Kalo saya yang jadi pakar di acara itu, dan mengeluarkan statement yang ga sesuai... harusnya sih saya malu... Tapi namanya di Indonesia, asal banyak yang dukung, ya cuek aja... 
Majority is considered to be “the correct one”.

Dari pengamatan saya... dan sedikit analisa... *cieee*
Semua yang dikatakan dan dipikirkan oleh yang anti-LGBT... basicly “cuma” karena mereka TIDAK TAHU.
Sayangnya, dengan segala dalil dan rujukan yang sulit untuk disangkal “kebenarannya”... hanya membuat para tokoh dengan watak “POKOKNYA SAYA YANG BENER! POKOKNYA...!!!”
Masih banyak orang (mostly straight) yang menganggap that “Being Gay IS a Choice”.

Yah... for me, that kind of thought is kinda irrational.

In all of phase of life... since the very beginning, as long as I can remember... there was no time in my life that made me chose... whether I would be a straight or gay...?

One video that gave me tear when I watched it over – and over...


Yeah... If becoming a gay was a choice...
Why would I choose to be one?
Eventhough I’m not the smartest person, I’m also not an idiot who would choose to be one who "considered" as a pervert, someone who has "less" right than everyone else... someone who is thought as "lower" than animal... *sigh*

If it was a choice, as someone wrote in the video, I surely chose to be a straight... and my life would be – somehow – a bit easier... :’(

Beberapa minggu belakangan, temen SMP invite saya untuk gabung grup WA, isinya alumni SMP yang sekarang hampir semua –if not everyone- have been married...
Bahkan sampe masing-masing ngirim gambar pasangan dan anak-anaknya...
In my age... which is already not young anymore...
Of course I dont want to live all by myself...
Sometimes, all I could do was just smiling when someone asked me question... “udah berapa anaknya?”, or ignored the question in chat...

How I wish they knew...
If it was a choice...
Who on earth would choose to be “the abnormal one”...?


... to be continued ....


May 21, 2011

Happiness is...


Jadi, baru nyampe tadi pagi di ibukota Propinsi karena ada keperluan.
Semaleman digoyang ombak, sempet muntah-muntah 3X di kapal, sampe sore ini juga masih rada kerasa mualnya, meski ga ngeganggu selera makan... *sigh*

Udah kepikiran pengin ngeblog, tapi belom sempet mulu... ga ada mood...
Secara ni di kota lagi hujan... mau jalan ga ada temen... mau makan... nunggu agak maleman aja degh... *memandangi perut*

Jadi dokter PTT di tempat terpencil, gaulnya selain dengan sesama dokter senasib-seperjuangan, juga kudu baik-baik ama dokter yang udah menetap dan jadi pegawai negeri sipil di situ.

Ceritanya, sekitar seminggu yang lalu, saya dan beberapa temen sejawat diundang makan malem di tempat seorang dokter spesialis yang udah tinggal di situ sudah sekitar 14 tahunan, sejak dia masih GP dan sekarang udah jadi spesialis.
Dapet istri orang setempat, punya usaha yang cukup maju. Jadilah pasangan ini adalah salah satu orang yang "paling" berada di kabupaten tempat saya tugas.

Ni dokter baru selesai bikin rumah, untuk ukuran tempat dengan kategori sangat terpoencil, bisa dibilang ni rumah lumayan spektakuler.
Kalo saya bilang sih, yang bikin rumahnya jadi luar biasa karena letaknya yang tepat di bibi bukit landai dengan view langsung ke teluk kabupaten.
Jadi kalo sunrise/sunset, katanya sih bisa langsung liat matahari langsung keluar/masuk dari/ke laut gitu...

Pas acara kita makan2 itu, sempet diceritain, gimana proses pembangunan tu rumah dari proses beli tanah, perijinan (yang pake jasa "kenalan"), desain, beli bahan2 bangunan (dari Jawa), sampe proses pembangunan yang katanya musti ditungguin, secara kadang suka dicurangi...
Sempet diceritain, udah jadi dinding, kudu dibongkar lagi karena menurutnya ga sesuai "standar" yang dia mau...
Mangkanya, kalo denger-denger "neighbour-whispering" (bisik-bisik tetangga maksudnya!!! *garing*) katanya sih, total jendral bikin tu rumah sampe ber-eM-eM...

Selang beberapa hari, kalo pagi jaga UGD dan ga ada pasien, saya dan temen-temen sukanya nongkrong di ruang jaga, sambil ngapain lah... nonton dvd... ngemil... ngobrol...
Seorang temen, nyeletuk... betapa enaknya jadi si A (temen sejawat yang lain), anak dokter spesialis cukup kenamaan di kota, emaknya juga pengusaha, masih keponakan dokter yang punya rumah baru di atas, otomatis, duit gaji PTT-nya relatif masih utuh...
Atau si B (temen sejawat yang lain), anaknya Kepala Dinas, bokapnya punya bisnis yang lumayan, sekalinya liburan tahun baru kemaren... ke Turki aja gitu...

Singkat kata, kalo dari yang saya tangkep, temen saya ini cuma punya satu cita-cita... "Jadi orang Kaya, yang secara materi ga usah mikirin lagi... dia berprinsip, kalo jadi orang kaya, siapa juga bisa "tunduk"..."
Kalo punya banyak uang, hidup pasti bahagia... gampangnya mungkin gitu...

Saya sih kalo denger orang bicara, meskipun ga setuju, saya jarang banget ngedebat orang, apalagi tentang hal yang "ga signifikan".

Beberapa hari kemaren,...
Di acara syukuran nikahan temen, tahlilan, dan makan-makan...
Di tengah acara makan-makan, saya lihat ni kakak-beradik, cowok-cewek, umurnya paling ga lebih dari 4 dan 7 tahun...
Berduaan, ni anak2 bolak-balik ngider ngambilin piring yang bekas dipake orang.
As we know, adatnya orang Indonesia... ngambil makanan prasmanan, suka lapar mata... semua diambil... icip2 dikit, ga dihabisin... ga seperti saya... ambil banyak, tapi habis... (BANGGA???!!! *byebye six-pack* *garuk2aspal*)
Sepele sih, tapi kasian aja gitu ngeliatin anak-anak sekecil gitu bolak-balik ngambilin piring, sekali angkut paling 3-4 piring... padahal undangannya mungkin sekitar 300-400 orang.

Yang bikin saya takjub, ni anak-anak, sambil ngangkutin piring-piring, dia ketawa-ketiwi aja, kadang kejar-kejaran, lomba cepet-cepetan ngambil piring... meski kadang saya rada watir kalo piringnya jatoh. Ga ada tampang mrengut karena terpaksa atau gimana...
Saya sempet mellow aja merhatiin, sampe temen saya yang kayanya nyadar, bilang sama saya ... "Bang, sampe takjub gitu ngelihatnya".

Saya gak mau sok-sokan jadi "Mario teguh" dadakan...
Tapi bener ya,... standar kebahagiaan itu beda dilihat dari mata setiap orang.

Kadang saya suka "ngiri" sama temen-temen yang begitu lulus bisa langsung lanjutin sekolah, ga usah mikir biaya dari mana.
Suka miris kalo ada temen yang santai-santai aja, padahal kesempatan terbuka lebar, hanya karena punya koneksi, bapak-mama-nya orang dengan "pengaruh".

Sampe sekarang,...
Saya masih meraba-raba... sebenernya apa yang saya cari?
Setiap manusia berhak untuk berbahagia dengan standar kebahagiaannya sendiri.

Mungkin...
Saya ga perlu mikir terlalu jauh, tentang arti bahagia...
Seperti yang saya lihat kemarin di paras anak-anak pengangkut piring itu.
Jalani saja yang ada, ga usah mikir telalu berat...
Dan sesekali tertawa lepas...

Toh hidup terus berjalan, seperti bumi yang terus berputar...

Yah... sudahlah...


PS:.... :)


December 29, 2009

Peace, aghhhh!!! (n_n).v..




K apan bulan yang lalu, Jeung Lexy pernah posting tentang Unity in Diversity,...
Udah dari jaman SD, selalu diajarin tentang Bhinneka Tunggal Ika...

Walau nyatanya, isu Agama, Ras dan Golongan selalu jadi hal yang sangat rentan dan punya potensi besar untuk menyulut pertikaian.
Dari hal sepele sampe yang "katanya" prinsipil.

Saya, yang udah lebih dari setahun ini tugas di daerah "bekas" konflik, yang kalo denger cerita dari masyarakat setempat, kejadian waktu itu, bener-bener gag pernah terpikir bisa terjadi...
Ketika manusia dengan "sadar" saling membunuhi sesamanya.
Ada yang bilang, demi kebenaran... Bahkan "Jalan Tuhan"... hal yang "diperintahkan".

Padahal, kalo saya tanya apa sih asal-muasal kejadian yang mencetus terjadinya tragedi kemaren.
Belom juga saya dapat jawaban yang terang,...
Karena tiap orang memiliki versi ceritanya sendiri-sendiri.
Atau, paling konyol... waktu saya tanya... ada yang jawab,
"Sebenernya, kita juga gag ngerti apa penyebab awalnya... Cuma provokasi ajah.."
D'oh!!!!!

Jadi keinget salah satu quote dari salah satu film (tapi lupa film apa... *d'oh!!!*), waktu salah satu karakternya bilang,
"I don't believe in any religion... Coz religion divides people"
Hmmm...

Atau, salah seorang kenalan (dulu sempet jadi demenan...*sigh*) yang dengan jelas ngomong,
"I believe that there is the GREATEST ONE... but I always have a friction with any religion..."
Singkatnya, kalo kata orang mah,... agama-nya cuma tertera di KTP... tapi, practically, he doesn't believe any...

Bukan...
Saya gag mao kampanye mengajak menjadi seorang Atheis... atau Areligi (-orang tanpa agama istilahnya apa, yes???-)
Bahkan, terus terang...
I don't have any problem at all with my religion...
Or any religion...

Sebagai seorang yang memeluk agama karena "warisan"... terus terang, sampe sekarang sih... saya masih merasa nyaman dengan apa yang saya percaya...
Dan Insya Allah, tak ada niatan buat saya untuk berhenti mempercayai-Nya...
Tentu saja, memuja-Nya dengan cara-cara yang agama saya ajarkan...
I always try to do my best... semoga... amiin...

Sekarang, saya cuma mau tulis apa yang saya pikirkan..
Menurut saya, keberagama-an seseorang adalah hak setiap orang untuk menentukan...
Masih inget, dulu waktu jaman SMA, pulang dari kost setiap malam minggu ke desa, sering tidur di rumah nenek... menemani beliau yang tinggal sendirian..
Menjadi saksi ketika setiap kali nenek saya shalat, selalu membaca Al-Fatihah di hampir setiap gerak-rukun-nya...
Tiap lewat tengah malam, pagi masih buta...
Nenek saya selalu melakukan "ritual"nya...
Berdoa...
Di usia senja-nya... tak pernah lupa beliau mengucap "keinginan"-nya atas anak dan cucu-cucunya... semoga selalu dalam lindungan Tuhan...
Dalam bahasa Jawa...
*menerawang dalam nostalgia*

Jadi ngelantur...
Intinya siy, dalam agama saya ajah, kalo gag bisa mentoleransi "perbedaan"... sering banget saya lihat orang saling merendahkan, menyalahkan hanya karena berbeda dalam hal pemahaman dan pengamalan.
Paling ekstrim siy, yah... sepeti yang di tivi-tivi...

Di sini bukan juga saya membela orang-orang yang "nyeleneh" mendirikan agama baru... bahkan mengaku sebagai "nabi" atau "titisan" apa lah...
Sudah ada orang-orang yang lebih berwenang dan paham untuk memikirkannya...
Saya sudah merasa nyaman dengan apa yang saya yakini... walau saya masih kudu terus belajar memahami lebih dalam...

Secara, beberapa hari kemarin sebagian sodara merayakan hari besar keagamaannya...
Saya pribadi bukan orang yang mengharamkan untuk saling memberi ucapan selamat...
Bukan rahasia, ada yang beranggapan... itu dilarang... karena sadar atau nggak, berarti telah merestui dan mengakui ajaran yang "berbeda"...

Pemahaman saya atas agama mungkin belum seberapa...
Tapi saya percaya, hanya Tuhan yang tahu apa-apa bahkan rahasia terkecil yang ada di dalam hati dan benak saya...
Biarlah Dia yang menghakimi segalanya...
Kalo Tuhan mau cuma satu agama saja yang ada...
Buat apa dia menciptakan manusia yang memiliki kadar penerimaan yang berbeda-beda...

Buat saya, tiap agama pasti mengajarkan para penganutnya untuk menempuh jalan kebaikan...
Hanya saja, kadang masih ada manusia yang "gag rela" melihat orang berbuat kebaikan dengan standar yang berbeda...
Bahkan ketika menyentuh ranah "perbedaan"...sering kali timbul prasangka...

Tidak ada manusia yang hidup selamanya...
Kalau saja, setiap kita saling berlomba... menjadi manusia yang paling berguna bagi sesama, tanpa melihat apa dan siapa...
Mungkin tak perlu ada perang itu...
Pembantaian itu...

Udah dulu agh... makin gag jelas ajah!!!
Sok belaga bijak... ga ada pantes-pantesnya!!! xixixix...

Sebenernya sih, intinya mah mau ngucapin...
Bagi temans yang merayakan...
HAVE YOURSELF A VERY MERRY CHRISTMAS!!!

Semoga semakin Damai di Semesta Jagat Raya... amiinnn...!!!



PS: Oh, iyah...
Saya demen loh dengerin lagu-lagu Xmas, seperti...
The Christmas Song-nya Nat King Cole (juga versi-nya Celine Dion), Petit Papa Noel, atau All I Want for Christmas is You (eh ini mah lagu cinta dhink ya?)...
..."All I want For Christmas... IS YOUUUUUU".... aghhhh... andai ada yang menyanyikan lagu itu buat saya... *senyum2 gag jelas*



December 11, 2009

Tak'kan Menyerah...



B elakangan, saya yang makin gag mudheng dengan selera orang-orang di Peradaban sana...
Terutama barudak ABeGe yang keranjingan lagu aneh dengan lirik maksa,
"Aaaakulaahhhh sang maaaantannnn..." (Kalo gag salah, kapan minggu kemaren jadi lagu nomer 1 di satu acara musik tivi, I just don't get it, okay!!!)
Atau, lagu yang saking seringnya diputer di mana-mana, sampe eneg denger...
"Benar kooo mencentaeemoooo... tapi tak begonooooooo..." (-versi cecep-)

Ummm, bukan mao bikin review musik Indo...
Cuma, (lagi-lagi!!!) pengin mellow...
Semalem, abisan pulang dari makan malem bareng-bareng temen se-Mess... keujanan... sampe Mess, langsung ketiduran di depan tivi...
Shalat Isya ampir kelewatan, untung, ujug-ujug kebangun sebelum adzan Shubuh berkumandang...

Sambil nunggu waktunya Shalat lagi, pun niat mao Jogging pagi, daripada balik tidur, mendingan ngetak-ngetik buat postingan di Blog...

Satu lagu yang sebenernya udah rada basi...
Mungkin pertama edar waktu bulan Ramadhan kemaren...
Tapi, gag tau kenapa, belakangan makin suka ajah...
Apalagi kalo didenger baek-baek... diresapi dengan hati (mulai lebay!!!)... somehow, jadi pengin mewek ajah getoooo...

Pas banget, kalo didenger belakangan...
Di mana, beberapa orang dengan sengaja terjun bebas ajah dari Mol-Mol lantai berapa gitu... tetep yah, pengin eksis... sampe-sampe bunuh diri di keramaian gitu... *sigh*

"Tak ada Manusia, yang terlahir sempurna..."
"Jangan kau sesali, segala yang telah terjadi..."

Andai manusia bisa memilih untuk dilahirkan sebagai siapa, apa, dan gimana..
Mungkin semua inginnya dilahirkan dengan rupa tanpa cela, terus... gag usah banyak kerja... cuma ngomong "ojeck dan betjeck, atau gastroooowww" ajah, dapet duid...
Dan (curcol!) saya pun, mungkin gag pengin jalanin hidup jadi seorang cong... mending jadi straight, kalo udah kerja... terus nikah, atau bahkan berpoligami (yang meski banyak yang menentang,... tapi gag dianggep sebagai dosa...) *cape!*

"Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat..."
"Seakan hidup ini tak ada artinya lagi..."

Kalo jadi cong emang adalah satu cobaan...ujian... atau apalah namanya...
Apakah menjadi straight, adalah tujuan dan syarat "kelulusan" dari ujian yang diberikan???

Mengutip dari postingan kapan taun dulu, dari salah satu blogger yang tulisannya sering membuat saya terpana,...
"Kalo gusti Sing Paringi Urip sedang kasih ujian... boleh nyontek gag ya?"
Sempat saya plagiat di status fb saya... seperti udah diduga, komen temen-temen intinya satu...

"Bisa banget... contek dari Rasul-Sahabat-orang beriman dalam menghadapi masalah..."

Emang waktu jaman Rasul dulu, ada sahabat yang cong yah???

"Syukuri apa yang ada... hidup adalah anugerah..."
"Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik..."

Sampe di bagian ini, selalu sukses membuat hati saya sedikitnya tergetar...
Apalagi kalo sedang sendirian kaya sekarang... bisa sekonyong-konyong sesenggukan...

Karena banyak hal yang bisa saya syukuri... dan sedikit mengalihkan perhatian dari lelahnya bertanya... "kenapa saya?"
Contoh,...
Ketika seorang temen sejawat, segitu repotnya milih-milih makanan, gag bisa makan sayur... pahit katanya...
Saya... Alhamdulillah... sampe sekarang, hanya ada dua kriteria makanan... "enak dan enak banget"... (matakna, gendud!...*sigh!*)

Ketika saya diajak jogging pagi sering nolak, karena pagi hari waktu jam biologis saya untuk menunaikan "panggilan alam" (xixixixi...)...
Males banget kan lagi asik-asik lari, tau-tau mules...
Temen yang laen bilang,..." igh...ngiri deh... gue b*ker gag jelas kapan, pengin deh bisa teratur kaya lo"
Walau bukan hal yang bisa dibanggain, tapi, ngasih saya satu alasan untuk bersyukur... tentang hal yang "kecil"...

Satu lagi,...
Kalo temen sejawat, paling susah... untuk tidur kalo gag di atas kasur dengan seprei yang bersih...
Saya???...
Kalo udah ngantuk... gag ada kasur... tidur di sofa,... atau cuma beralas tiker ajah, Alhamdulillah bisa sukses tepar seketika...

Dan dihubung-hubungin dengan masalah "cong".
Mungkin saya gag bisa memiliki "nafsu" terhadap wanita...
Tapi, bukan berarti saya membenci juga...
Saya bisa kok, jadi seorang temen, yang mendengarakan keluh-kesah dan cerita...
Atau sedikitnya, jadi tukang angkut-angkut barang... *sigh*

"Tuhan pasti kan menunjukkan Kebesaran dan Kuasanya..."
"Bagi hamba-Nya yang sabar, dan tak pernah putus asa..."

Meski bukan sebagai hamba ter-favorit-Nya
Yah... semoga Tuhan melihat... (saya yakin, Dia tahu...)
Kalo saya juga selalu berusaha...
Setidaknya, gag jadi makhluk-Nya yang berbuat kerusakan dan merugikan sesama selama usia saya menghuni bumi...

"Jangan Menyerah... Jangan Menyerah.... Jangan Menyerah!!!!"

Satu harap...
Apapun jalan yang di-takdirkan...
Semoga Tuhan membantu saya ... melewatinya...

Atashi Ganbare Wa... heheh... (sotoy!)



PS: Dan tertakdir menjalani segala kehendak-Mu, ya Rabbi...
Ku berserah... Ku berpasrah... Hanya Pada-Mu ya Rabbi....



November 15, 2009

He's Just Not Into You...eh??? ... ME!!!!



Ya sudah lah... mo ngomong apa lagi...
Makin dipikirin, makin sering ditulis di blog....
Makin keliatan kalo saya tu makhluk yang pathetic... Kesian amat...

Ya sudah...
Dilupakan saja ya kamu itu...

Gimana ya, nge delete-nya....?

*pencet ctrl+h..."h for hapus???"*

Udah dulu yah...
Masih banyak yang harus dipikirin...
Gag bisa dapetin hati kamu,...
Masih banyak kok, yang bisa saya kasih perhatian lebih...

Ada Bp. T... lelaki usia 52 thn.,pasien DM type 2 N.O. dengan Nephropathy Diabetic plus... Decomp. Cordis NYHA II-III yang ampir tiap bulan bolak-balik masuk RS gara2 gag kuat mbayar ongkos jalan untuk dirujuk ke RS Propinsi... jadilah, dirawat di RSU tempat saya kerja, dengan obat-obatan ala kadarnya...

Ada An. R, usia 1 tahun berat cuma 5 kilo... Obs. Febris > 1 minggu, dengan Malnutrisi, yang paling susah dipasang infusnya... vena-nya pada kolaps...

Juga Ny. S, usia 60-an, dengan Obs. Dyspnoe e.c Oedem Pulmo e.c TB Paru BTA (?) Ro (+) Kasus Baru Lesi Luas... yang gag pernah ngeh dia kena sakit TB Paru gegara, gag ada yang merhatiin, anak-anaknya, cuek bebek ajah... dikirain cuma batuk biasa (*batuk biasa selama 2 bulan???...pleaseeeee dehhhh!!!*), yang bawa ke RS juga, bidan desa... *suddenly, inget mamah... "Semoga Sehat ya, mah... dede kangen!"*

Ternyata... kalo saya lebih peka...
Banyak deh yang butuh perhatian saya daripada cuma mikirin kamu, yang boro-boro inget sama saya...
Yang ada, cuma bikin saya makin terluka...
Yang lebih parah... saya sendiri yang rajin banget mengorek-ngorek luka itu lebih dalam...

Call me pathetic!!!!

Tapi, sekarang mah, udah ah...

Time to move forward!!!

Cuma karena gag bisa romantis-romatisan ama pasien-pasien saya... (*hehhhh????*)
Tapi, seenggaknya, saya bisa belajar,...
Lebih peka sama orang-orang yang diberi cobaan penyakit...
Plus... cobaan serba kekurangan...
Plus... terlupakan oleh yang kudunya berkewajiban...

Belajar lebih sabar...

Lebih, menerima... dan bersyukur... (about being gay??? *sigh*)

Mencoba memperluas kapasitas saya untuk memberi... perhatian, pikiran,... mungkin cinta...
Bukan cuma kamu saja yang ada di dunia-dan-benak saya...

Sementara...
Bayangan kamu, saya simpan dulu aja ya... saya masukin kotak besi... lalu saya kunci,...
Mungkin belom bisa kalo harus langsung saya bakar dengan api...
Tapi,... saya simpan di ujung yang tersembunyi...
(*metafor yang menjijikkan......*muntah**)

Dadaaaaahhhh!!!


PS: Kisbay...kisbay!!!

*Gambar diambil dari sini

October 04, 2009

Not So Important Update....



As a cong...
I complained a lot...

Misuh-misuh gag jelas,...

Ngumpati orang-orang seenak udel...


Meski dengan alasan, tapi, kalo dibaca-baca lagi... keliatan kalo saya belom dewasa...

Tua sih iyah
... *huffftttt*...

Kelakuan masih kaya abege... atau, worse, kaya selebriti yang demen banget mempertontonkan kelakuan gag wajar-nya itu...


Masih inget postingan super-misuh itu...

Jadi ceritanya,...niat saya untuk tugas di Kabupaten itu, gag bakal saya perpanjang lagi,...mengingat kok kayaknya, saya (ngerasa!) gag dianggep...

Ditempatin selalu di pulau paling gag oke ituh....

Sementara dokter baru, dikasi tari di Puskesmas yang deket...
Dokter yang sebelumnya ditempatin di Puskesmas "enak"... minta pindah RS, dikasih...


Tapi, setelah ngejalanin semuanya...
I learned things...

Salah satunya...


"Complain less... Gratitude more..."
Iyahhhh... mau pada protes dan muntah-muntah gag percaya toh... monggo...

Satu kejadian sederhana yang bikin saya lupain kemarahan dan rasa diperlakuin gag adil...
Semalem sebelum saya meninggalkan pulau "itu"...

Seperti biasa, buka puasa (waktu itu masih bulan Ramadhan!)... NUMPANG di rumah bapak mantri...

Habis maghrib, jadi kebiasaan penduduk yang males periksa kalo pagi ke Puskesmas (berhubung puasa!!!...entah kenapa...), berduyun-duyunlah orang-orang itu periksa di rumah Bapak...

Awal-awal puasa, paling saya ngalih bentar... tetep njogrog di depan tivi, sementara Bapak periksa...
Lama2, kok pasien tambah banyak...(waaahhhh, Bapak panen niy, secara, periksa di rumah, pendapatan kan masuk kantong sendiri, lagipula tarifnya lebih daripada kalo periksa di Puskesmas)...


Bapak kewalahan, jadi doi minta saya yang periksa... bapak yang ambilin obat. Heheh, seumur-umur, jarang-jarang denger cerita ada dokter periksa pasien, celana pendekan (di atas lutut!...*CONG!*)... kaos sleeveless... (cuma kurang satu... tiang... kalo ada, udah, nari-nari (jaipong!) ...jadi stripper deh!)

Lah, emang emang gag pake persiapan...spontanitas ajah...

Untung, penduduk juga gag protes, doktere cakep ini... kekekeke!!! (yang mau muntah... telen ajah!!! *eeewwwww...*)

Selesai periksa udah jam 10an malem...

Sambil nonton tivi... ngobrol-ngobrol ama Ibu (suami Bapak mantri...seorang bidan... orangnya lucu banget... ngomongnya merepet... suaranya kuerasssss... spontan!!!), ada anak-anak juga (3 orang... udah kaya adek2 ajah!)...

Cerita-cerita pengalaman-pengalaman...
Kebanyakan lucu-lucuan...

I laughed a lot!!!
Sampe Ibu bilang sama saya...


"Pak dok... Kalo su Di Jawa, jang lupa sama katong di sini yah..."


Sebagian besar cerita saya di blog ini, selalu mengeluh...

Uneg-uneg...
Misuhan... Umpatan... Suddenly....
Nyesssssss...

Sumpah, bukan ucapan berlebihan menye-menye seperti Sinetron itu...

Ada "sesuatu" yang bikin saya (kalo gag jaim)... bisa-bisa mewek sesenggukan di tempat!
Semua rasa anyel... mutung... pundung... sebel... geuleuh...
Capek... di badan dan di hati...
Ilang...

Impas sudah...

Yes,... I have to see the bigger picture...

Gag boleh lagi, njeplak marah-marah gag mutu....
Sudahlah....


Beberapa hari ngurus birokrasi... titip surat buat bapak Bupati (isinya bukan unek2, cuma saran... semoga dokter selanjutnya yang ditempatin di Pulau "itu"...lebih diperhatikan... Juga penduduknya!... sekalian pamitan, secara, doi sedang plesir entah ke mana!)

Ke ibukota Propinsi... melewati laut 22 jam di atas ombak (pernah posting kan!)
Ke Ibukota Kabupaten awal... ngurus2 surat selesai masa bakti...
Niat sih mau pamitan ama Kepala Dinas (yang baru!)

Diminta perpanjang...

Saya jawab... "bukannya gag mau, tapi udah setahun... kalo perpanjang di sana lagi... saya gag sanggup..."

"Orang tua saya ajah ngira, saya ilang..." (heheh...lebay!)
Gag diminta... doski serta merta nawari saya dipindah tugas ke rumah Sakit ajah...

Timbang-timbang... daripada pindah kabupaten, itu juga belom tentu lolos...

Kalopun lolos, pasti dari awal lagi...adaptasi lagi...


Karena pasti besok masih jomblo... besar kemungkinan ditempatin ke tempat paling terpencil lagi... itu juga Kalo LOLOS...


Saya terima ajah tawarannya... berarti perpanjang lagi deh...

Tapi, besok di Kota... gag mblusuk lagi... udah bekel modem, meski cuma dapetnya GPRS doang...

Jadi, yah...mudah2an lebih baik...
Amiin...


Jadi untuk enam bulan ke depan... saya masih kudu tugas jauh dari rumah, meski gag juga terpencil - mencil di tengah laut lagi...

Mohon doanya ya!!!!



PS: Hunting pacarnya... di delay dulu yes...

Padahal, 2 minggu mudik kemaren, banyak yang bisa diprospek...
Dulu waktu saya kerja di Jawa...pada di manaaaaaaaaa????


For "Someone" over there... I'm not asking U to wait for me...
I wish I knew you from long time before...

But now... All I can do is dreaming of you...

Maybe someday... SOMEDAY!!!
Will You still be the same? *sigh*