March 28, 2009

Choice... bagian dua... (feat. Cong Nikah???)




*duduk manis... kaki disilangkan seanggun Riyo Mori... tangan kanan mulai... ngupil, yang kiri... garuk-garuk pantat!*

Jadi gini, jeung... (*bibir monyong-monyong-sok-seksi*)
Menindaklanjuti postingan saya sebelumnya, yang cukup menimbulkan kontroversi... yah... sebelas-dua belas lah sama kehebohan yang ditimbulkan waktu pacarnya Syulaif Jamilah itu ujug-ujug pengsan tanpa alasan (=which is...gak pentinnnggggg!!!)

Tentang pilihan...
Posting kemaren itu, sama sekali saya gak ada niat menilai, apalagi menghakimi orang-orang (para cong!) yang sudah atau berniat untuk "merubah" orientasi seksualnya menjadi straight... "normal"... seperti kebanyakan.
Walau saya kurang setuju, bila menjadi gay, berarti tidak normal.
Seperti yang pernah saya baca somewhere...
"Gay isn't abnormal... just, not common!"

Secara gag sengaja, kemaren sore... sambil mengunduh lagu2 (bokep juga! huhuhhhuu...).
Chat ama "mantan demenan" (sekarang??? agh... males ngejar2 orang yang ga mau dikejar!), ternyata pas banget obrolan kita nyentil-nyentil masalah "cong who gets married".

Cerita lah dia...
Baru aja mengunjungi PakLik-nya, dengan 3 orang anak yang manis... intinya sih... sebuah keluarga idaman type-type Keluarga Pak Rahmat (itu loh... sinetron TVRI jaman dulu...yang ada Ibu Subangun-nya... gila tuh sinetron, happening banget waktu itu... saingan ama Losmen dan Jendela Rumah Kita... untung waktu itu channel tivi masih cuma satu...jadi ga mungkin jadwalnya tabrakan, kalo kaya sekarang... semuanya di jadwal prime time (hayah!), bisa bingung saya milih yang mana... sama-sama cinta... *keliatan deh betapa banyak umur saya sekarang*... hihihih).

He asked me,...
"Dont you affraid for being a gay? For the rest of your life?"

"At present, maybe it's okay... But when u're getting old (*which is already am!*)... don't you affraid, bep?" (he called me bep... aghhh... kalo dulu, mungkin akan bikin saya mengawang-awang... sekarang... bep??? = bencong pengkolan???)

Me,...
"Affraid??? For getting old... be alone...and miserable?"

He,...
"Yeah,... Pernah mikir mau merit?

Me,...
"Merit??? kapsul diet itu??? agh... saya mah gak pernah percaya ama obat-obatan itu... mending olahraga yang rajin, ama diet..." (hihihihihi... jelas, ini cuma rekayasa!)
"Saya??? Nikah?... So far, belom terpikirkan! Walau babeh-emak selalu aja ngojok-ngojokin..."

He,...
"Kamu punya temen cewek yang "tahu"???"

Me,...
"Tahu...kalo saya cong?" "In real life... noone knows, specially my college best friend. Instead they always try to match-make me... nanya-nanya sekarang sedang pacaran ama siapa... sampe2, i wonder... how cud they don't know???"
"Tapi, di dunia maia... I do have female friends..." (best regards for MP-ers : nonnie, uchie, dhina, anggie,.... mala, alex, gun.... (eh???) hihihihi)

He,...
"Dulu, aku pernah punya cewek... sampe akhirnya dia tahu, tapi dia tetep mau nerima aku."

Me,...
"Nerima kamu... As her gay boyfriend???" "How could she?"

He,...
"Iyah, tapi dia bilang... aku jangan sampe ngelakuin ML ama laki, karena sekali aku ngelakuin...pasti akan keterusan..."
"Dan itu terbukti..."
"Sekarang setelah kita putus... aku jadi nyesel..."

Me,....
"Kamu masih sayang sama dia???"

He,...
"Iyah..."

Me,...
"Why don't you chase her, then...?"

He,...
"Ga bisa lagi... dia udah nikah sekarang..."

Me,...
"Are U TURNING straight?..."
He,...
"Let me finish my meal, before I got choke...hehehe"

Me,...
*waiting*.... (teruskan donlot lagu... juga bokepnya! kekekeke...)

He,...
"I'm not turning straight, just... aku mungkin bakal nikah, dan menafkahi istriku lahir batin..."

Me,...
"If U believe you can, so, why dont U do it..."
*fully support*
"Semangat!!!"

FYI, sengaja, saya gak tanya...
"Emang kamu bisa??? Ntar di atas kasur, ngapain??? Suit sampe ngantuk atau ngebahas infotainment dan sinetron tadi sore???" ...hihihi, atau...
"Bikin anaknya gimana??? Tunggu kamu "khilaf"...atau nunggu diperkosa sama istri kamu?"
...karena emang saya tahu... dulu dia pernah bilang kalo dia pernah "main" ama cewek... (give me one of the reasons... not to chase him anymore...).

Lanjut,...
He,...
"Mungkin ketika aku berumah tangga nanti, keinginan untuk sama laki masih ada... tapi, kaya orang-orang straight toh... yang harus meredam untuk melirik wanita lain kalo dia udah menikah"
"Jadi, aku akan berusaha keras untuk meredam keinginan untuk menyalurkan keinginan "itu" hanya dengan istriku"

Make sense sih... so simple juga keliatannya... kalo lagi "pengen", tinggal "serbu" tuh istri...
Tapi, dia lupa...
Marriage is a life time commitment.
Could he stay "straight-living-practice-but-totally-cong-repressed-inside" for the rest of his life?
Call me pessimist, dan tanpa niat mengecilkan niat "luhur"-nya.

But I do care.... somehow!!!

Beberapa kali saya temukan realita, cong yang statusnya sudah menikah, awalnya sih "terlihat" lempeng dan terlihat "sungguh-sungguh" berubah (istilahnya daysandminds, hibernasi), tapi, ... belakangan, tetep cari laki untuk pelampiasan... bahkan... mulai mencari pacar (laki!) juga.
Ada, seorang kenalan cong, yang pernah menikah, memiliki seorang putri... namun akhirnya, pisah juga...dan sekarang... sibuk ajah dengan pacar-pacar-nya (laki!).

Kalo menjadi gay berisiko "menyakiti" begitu banyak pihak... keluarga besar... teman-teman... bila mereka tidak bisa menerima kenyataan.
Tapi, dengan melarikan diri...dan memilih jalan "berlindung di balik topeng "pernikahan" yang "dipaksakan"... dan bukan gak mungkin akhirnya terbuka juga, lebih parah... kalo ketahuan sedang indehoy selingkuh ama laki... yang ngedapetin anak sendiri pula!... akan lebih sakit yang mana???

Once again... call me pessimist!

Bukan...saya mah ga berusaha mempengaruhi orang-orang (=cong) yang berniat, atau berpikir... bahwa "fake marriage" adalah sebuah solusi.
Saya sih ngedukung-dukung ajah, kalo ada cong yang ingin "memperbaiki" keadaan dengan menikah, karena tiap orang emang beda-beda...
Bukan mustahil juga, kalo ada, cong yang "berubah"... menikah... dan tetap teguh kukuh berlapis baja, mempertahankan rumah tangganya... dan "mungkin" berbahagia juga.
Kalo ditanya sebutkan satu ajah... pasti ga ada yang mau ngaku dong!!!

Sekali lagi... pilihan di tangan ada!
Dan seperti pemilu... cukup satu kali contreng ajah yah!!!!

Jangan udah nikah... tapi tetep ngelaba laki-laki juga.
Kalo gitu, saya gak kebagian duonx!!! huhuhu...

Oh, iya, satu segi positifnya lagi dari cong yang convert to straight... berkurangnya saingan saya untuk dapetin laki.... hihihihi...



PS: Kalo ditanya, "Dont you affraid for being gay??? Left all alone and miserable in the end???"
Hmmm...
"Aren't we all??? Even if we were straight???"

10 toyoran:

sintingmaut said...

Beib... gw suka banget jalan pikiran loe, secara tidak langsung loe dah nunjukin kalo loe dah milih jalan hidup loe...

Loe ngga ambil pusing lagi sama pilihan being straight or being gay, yang gw liat loe akan tetep konsisten dengan pilihan loe skrg...

we have a simmilar thought for this case...

gw juga suka sama jalan pikiran mantan loe, MUNGKIN saatnya nanti nyokap minta gw nikah, gw akan men-treat kehidupan pernikahan gw persis sama seperti yang mantan loe bilang...

Loe ngga pessimist kok beib, mungkin itu hanya bentuk kekhawatiran-kekhawatiran yang dengan tidak sengaja ter-create karena buku yang loe baca begitu membuat loe appreciate terhadap pemikirannya...

bukannya mencoba untuk membuat negative judgmental terhadap bukunya Fa atau buku lainnya yang bertema sejenis ya...

hehehe...

OOT : gw ga nyangka kalo kaka gw yg satu ini suka makan jengkol sama minum jus mengkudu, lagi diet keras ya bang? hahahahaha....

menjadimanusia said...

hehehehe... to sinting maut... FYI gw gak baca buku2 itu, tapi gw berjalan dengan insting gw, dan menurut gw, gw membentuk pikiran gw ini karena gw dah jatuh bangun berapa kali dan melihat beberapa contoh kenyataan yang menurut gw jahat...

Btw, gw kalo soal sepi takut banget. Gak perlu bilang lo gay atau straight. My grannie is very old... dan meskipun di sekitarnya ramai, dia kerasa sepi banget...

My aunt lebih kesian lagi, sekarang tinggal di sebuah rumah sendiri, sempat mengalami depresi selama satu tahun setelah suaminya meninggal, dan semua karena kesepian. Ketika kita tua, anak-anak akan terbang dan bersayap jauuuh banget, membawa serta cucu-cucu yang seharusnya membuat kita tertawa, dan pada saat itu kesepian merundung... yang pasti adalah sekarang hanya perlu siap menghadapi hari tua saja...

WHATEVER YOU ARE

Zhou Yu said...

Mungkin bisa dikatakan gw ada di stand yang sama kaya mantan lu.. Semua kembali ke masalah "mempertahankan" dengan tambahan "konsistensi"

Ed said...

*bingung sambil garuk-garuk aspal*

To Days :
Wah, ternyata sudah sangat berpengalaman sekali abang yang satu ini... maaf kalo salah persepsi, gw menggunakan kata "MUNGKIN" supaya ngga ada satu pun dari kita yang merasa terhakimi atau apalah namanya terhadap komentar gw... karena gw sadar sesuatu yang tidak gw ketahui dengan pasti ngga ada satupun yang bisa tau kebenarannya kecuali orang menjalani dan Tuhan-nya, dan ngga bisa dijadiin hipotesis juga kan?

tenang aja bro, itu cuma pandangan gw aja, ngga bisa dijadiin tolok ukur secara general buat semua orang... ok :D peace!!!

Gw jadi bertanya-tanya (maaf kalo salah lagi) emang 'manusiabodoh' dan 'daysandminds' orang yang sama yah? kok yg gw komentarin 'manusiabodoh' yang nanggepin malah 'daysandminds'???

You know dear, kita berada dalam jalan yang sama untuk hal-hal yg loe jelasin diatas, gw juga yakin kok... menjadi tua dan mati adalah keniscayaan, tapi untuk menjadi sendiri? hanya DIA yg tau... gw mah cuma bisa berserah diri aja *peace*

The tai-tai (wannabe) said...

I dont think you're pessimist by saying that gay people can't never have a happily marriage with a woman; because if you're really gay, that's what happens...

if the people around you are really caring about you and understand who you are, I think they can accept the fact that you just aren't interested in a female creature. they should support you and accept you just the way you are...you don't have to be afraid of being alone, because you have them =)

BoewatChat said...

beda atuh Days and Mans mah.. Yang satu N dari kota M, yang satu W dari kota S. Satu profesi siyy mereka...

yang harusnya jadi pertanyaan, kenapa tiba2 si Mans bisa pake ID-nya Days? Kecuali dia pake laptop-nya Days, yang artinya pula mereka sedang "bersama-sama"... hayoo ngapain hayoo...

gossip yukkk... ;)

lucky said...

Ngeliat dari jawaban dan pilihan katanya, perasaan sih itu emang si Daysandminds yang jawab bukan manusia terbodoh. Bener ga??

Ihh si Om, bigos banget ga seh?? That's sooo gaayyyyy

Tone said...

PS: Kalo ditanya, "Dont you affraid for being gay??? Left all alone and miserable in the end???"
Hmmm...
"Aren't we all??? Even if we were straight???"
wah suka nii ama kata2 ini
^.^

ga usah jadi gay aja juga klo udha tua bakalan ribet.!
klo aku mah jalanin apa ada nya aja dulu

btw dulu aku pernah minum obat merit tp ya gitu deh.! hoek..!
ga enak (curhat ga penting)

ps: makasi aku suda di link ^^
aku link balik ya

Reis's said...

kenapa yaaa semua orang di sekeliling mendadak membicarakan marriage? di kantor juga, topic of the day: marriage.

DUH. GW paling ga suka dengan tipe cowok yang 'turning straight' dengan menikahi cewe tapi giliran dah tua aja, kelayapan cari cowok. dan ketika ditanya: selingkuh donk? dia bilang: kan ga sama cewe, ga selingkuh donk.

DAN BERKALI-KALI PULA aku terhenyak. HE? Said who turning u straight makes u more human? WE ARE MERE HUMAN. MERE. not more.

menjadimanusia said...

BENTAR BENTAR BENTAR!!!! OOOM.... DO I KNOW YOU???? Sampe tau gw N dari M??? WAKS????